Menu Close

Kategori: Asmara

3 Pertanda si Dia Mungkin Jodoh Anda

Waktu yang lama dalam menjalani sebuah hubungan tidak menjamin akan kehidupan yang lebih cocok dan harmonis untuk berumah tangga. Meski demikian, menjalin hubungan tentu merupakan salah satu usaha manusia untuk bisa mengenal satu sama lainnya. Dan tak ada salahnya.

Mengenal lebih jauh mengenai sosok pendamping merupakan hal yang wajib sebelum anda memutuskan untuk menikah dengannya. Berikut adalah 3 hal yang menjadi tanda bahwa si Dia mungkin memang jodoh anda :

Hobi Cari Barang Murah

Perlu anda ketahui bahwa kelangsungan hubungan rumah tangga ternyata memiliki relasi yang kuat dengan gaya berbelanja seseorang. April Masini yang merupakan salah satu ahli dibidang relationship yang berbasis di Amerika mengungkapkan bahwa ketika sepasang kekasih memiliki kesamaan dalam berburu barang-barang dengan harga murah merupakan salah satu tanda adanya kesamaan visi dan misi untuk masa depan.

Tipe pasangan yang seperti ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi untuk masalah kecocokan dibandingkan dengan pasangan yang sama-sama memiliki hobi belanja.

“Uang merupakan hal sensitif dalam hubungan. Jadi, jika Anda dan dia memiliki gaya belanja sama, yaitu hobi berburu segala sesuatu yang lebih murah, ini pertanda baik bahwa kalian saling melengkapi satu sama lain,” terangn Masini seperti dikutip dari Female Kompas.

Sahabat Anda Bisa Berteman dengan si Dia

Banyak loch, diantara para lelaki yang takut untuk bertemu dengan sahabat kekasihnya. Menurut mereka bertemu dengan para sahabat kekasinya tersebut sama halnya dengan bertemu dengan sosok monster menyeramkan yang sama halnya dengan bertemu dengan sosok mertua.

Hal ini perlu anda ketahui, pasalnya perlu disadari kalau persahabatan sesama wanita itu biasa memiliki hubungan yang lebih erat dan kuat serta saling mempengaruhi satu sama lainnya. Oleh sebab itu, jika memang kekasih anda mampu berteman juga dengan sahabat anda maka dipastikan anda merupakan orang yang cocok dengan kekasih anda.

Anda Mau Berkompromi

Dalam menjalin hubungan tentu akan ditemui masalah dan percekcokan di tengahnya. Namun perlu disadari kalau hal ini semua adalah hal yang menjadi bumbu dan menguatkan perasaan masing-masing jika mampu dipecahkan secara dingin oleh bersama.

Pertengkaran juga merupakan cara terbaik untuk melihat respon pasangan anda dalam menghadapi konflik yang terjadi. Kemudian berpedoman pada apa yang diungkapkan oleh  Anita Chlipala yang merupakan relationship coach dan terapis bahwa pertengkaran akan memberi pelajaran untuk berkompromi.

“Anda berdua bertengkar. Lalu, Anda berdua kembali baik-baik. Hal itu menunjukan adanya kompromi dalam hubungan. Sebab, pasangan yang awet adalah mereka yang mampu keluar dari masalah dan melupakannya,” ujar Chlipala.

Tips Berpacaran dengan ‘Anak Mama’

Hubungan harmonis antara ibu dan anak memang sesuatu yang baik. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan ibunya, dapat dikatakan bahwa pria yang Anda kencani adalah pria yang penuh kasih sayang dan pengertian pada wanita.

Namun jika sifat manja terhadap ibu yang berlebihan membuatnya tidak bisa mengambil keputusan sendiri atau lebih mengutamakan pemikiran sang ibu daripada Anda, maka tentunya akan jadi sangat menjengkelkan dan bisa menghancurkan hubungan. Terlebih jika kesabaran Anda sudah habis untuk menghadapi si dia. Berikut tips yang dikutip dari eHow untuk menghadapi si ‘anak mama’ secara sehat:

Jangan berharap menjadi nomor satu

Hal ini tidak mungkin terjadi karena yang selalu menjadi nomor satu untuk kekasih Anda adalah ibunya. Semakin Anda berusaha untuk menjadi yang nomor satu bagi dia, maka itu bisa menjauhkan dia dari Anda. Pengertian Anda sangat dibutuhkan untuk membiarkan dia mengutamakan sang mama.

Berteman dengan ibunya

Ibu dari ‘anak mama’ cenderung memiliki pemikiran buruk terhadap kekasih anaknya. Namun lebih baik Anda melihatnya dari sudut pandang positif bahwa sang mama ingin anaknya untuk bahagia dan di saat yang sama merasa takut bahwa kekasih anaknya bisa menjauhkan kedekatan mereka berdua. Maka dari itu, cobalah untuk meyakinkan bahwa Anda tidak akan ‘merebut’nya dari ibunya dan bahwa ingin mempertahankan hubungan yang baik.

Prioritaskan hubungan anda dengan ibunya

Cobalah mendekatkan hubungan Anda dengan ibunya dengan menemuinya di waktu senggang dan berikan ucapan selamat pada hari ulang tahunnya atau pada acara khusus. Buatlah sesering mungkin acara yang melibatkan kekasih Anda dan ibunya seperti mengundang ke acara kumpul-kumpul keluarga maupun acara-acara khusus yang diadakan di rumah.

Tutup telinga pada komentar yang membandingkan anda dengan ibunya

Tidak perlu jengkel terhadap perkataan pacar Anda yang cenderung membawa-bawa ibunya seperti “Kamu tidak bisa memasak seperti ibuku” atau “Kamu harus belajar organisasi dari ibuku”. Kata-kata seperti itu memang sangat tidak enak didengar namun lebih baik Anda tidak perlu memasukkan ke hati jika kekasih mengucapkan hal-hal seperti itu.

Bicarakan perasaan anda tanpa terdengar menuntut

Katakan sejujurnya bahwa Anda ingin perhatian yang lebih darinya tanpa menghancurkan hubungan dekatnya dengan sang mama. Terkadang keajaiban dapat terjadi dan dia dapat memahami perasaan Anda.

Jangan ubah kepribadian anda sami si dia

Jangan sampai karena tuntutan si dia lalu Anda jadi berubah. Tetaplah menjadi diri Anda sendiri apapun yang terjadi.